Sparkly Santa Hat Ice Cream

About Me

Foto saya
Nama : Resti Eva Mayangsari Panggilan : Eva lokasi : Jakarta Pusat

background

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 06 Januari 2015

Cerita Cinta aku dan kamu

KEKASIHKU BUKAN JODOH YANG TUHAN GARISKAN

Pernahkan kalian berkhayal tentang kisah romeo dan Juliet ? pernahkan kalian berkhayal tentang kita dan pasangan kita akan bahagia suatu hari nanti. Mungkin aku juga demikian, sama seperti kalian, mendambakan suatu pernikahan dan ikatan janji suci dengan yang aku cintai. Bertahun-tahun melalui banyak rintangan yang mungkin sama seperti yang kalian rasakan. Problem yang sering kita dengar mungkin tidak jauh dari restu orang tua, jarak pasangan yang istilah bekennya LDR ato long distance reliationship, perbedaan agama, terhalang adat budaya, dan yang lainnya dari bumbu-bumbu ego masing-masing. Dan aku Rossa 22 tahun, yang memiliki pasangan yang sangat aku cintai, juga merasakan banyak sekali problematika cinta yang sangat berat bagiku.
Adit , yah Adit nama lelaki yang mewarnai hidupku dengan berbagai dimensi yang dia miliki. Dia bukan sosok lelaki yang seperti aku idamkan, bukan lelaki yang cerdas , tampan atau pun anak dari konglomerat. Kenapa? Tidak ada yang menarik bukan? Yah itulah kenapa hidupku sekarang berubah menjadi orang yang selalu berfikir simple. Kami pacaran dari sejak kuliah, dimana saat itu aku tak sengaja bertemu dengannya di kantin kampus. Saat itu aku duduk sendiri dengan sibuk mengetik tugas yang udah membutakan sekilingku, saat itu benar-benar aku harus mengejar waktu dan kemudian “tap…” laptopku lowbat dan aku hampir gila karenanya “ya Tuhan, kenapa harus sekarang??” tak sadar aku berteriak, dan kemudian lelaki didepanku bertanya “kenapa mbak?” aku pun masih dengan kedaan panik “ Laptopku mati, dan aku nggak bawa charger. . . aku harus presentasi hari ini “ tanpa sungkan lelaki itu menarik latopku “oh ini sama ma laptopku, ini ada chargerku . . pakailah “ hatiku seketika tenang dan langsung menerima tawaran itu  “ beneran nggak papa nih? Pinjam bentar yah. .  makasih banget tawaranya” dengan tak menunggu lama aku langsung menancapkan kabel charger ke latopku dan aku menulisnya kembali. Mungkin saat itu aku terlalu lama , dan tak menyadarinya tiba-tiba sudah saatnya aku masuk kuliah dan presentasi. Aku terlalu asik mengerjakan tugasku, tanpa aku sadari lelaki itu pergi dan meninggalkan kertas bertuliskan “ Maaf, aku harus kuliah. .  . dan kamu masih butuh chargerku. Jika ingin mengembalikan cari aku di lab computer lantai 5 , bilang aja cari Adit “ baru saat itu aku ngerasa ada orang yang belum aku kenal sudah percaya sama aku.
Presentasi pun sudah kelar, dan waktunya kembalikan charger ini ke empunya, lab computer lantai 5 tak begitu jauh dari fakultasku. Sesampainya di depan lab aku bertemu dengan banyak anak jurusan IT “ mas, boleh nanya? Bias ketemu dengan Adit ?” lelaki dengan ID card anak lab itu pun memanggilkan Adit. “ Hai? Uda selesai presentasinya?” aku pun terkejut tiba-tiba dia ada disampingku “ emm. . . udah.. makasih yah.. namaku Rossa, anak Akuntasi “ dia pun menyambut tanganku “ aku Adit, pastinya kamu tau aku anak IT “ semenjak itu lah kami saling kenal dan bertukar pin BB. Pastilah kalian tahu, gimana ada kesempatan, disitu ada kesempatan orang mikir kita itu jodoh. Dan akhirnya kita jadian, entah kenapa aku bias nyaman dengan Adit. Mungkin bagi orang lain,dia anak yang bias dibilang sangat biasa saja dibandingkan dengan mantanku yang super famous. Terus apa yang aku banggakan? Hei ketika itu aku tak ada pikiran untuk membangkan seorang pacar, aku rasa tak perlu hal itu terjadi. Adit merubah hidupku, dia lelaki yang paling super duper sabar dalam hidupku. Mungkin karena faktor dia lebih tua 2 tahun dariku, jadi dia bias “ngemong” aku. Sekalipun adit orang yang cuek banget dan nggak peka sekali sama cewek. Nggak tau kenapa ini jadi bikin aku gemes sendiri sama hubunganku. Dia bukan orang yang romantis, bahkan saat ulang tahunku dia hanya mengucapkan selamat di bbm , dan itu emang bikin aku kesal, tapi gila memang aku mau bertahan demi cowok aneh ini. Dia cowok yang nggak pernah sama sekali punya inisiatif untuk pacarnya sendiri. Baginya kita sang cewek harus mau nggak mau ngomong cablak buat dia bias gerak? Aneh banget kaya robot. Yang bikin aku nyaman sama adit itu, dia sabaar banget, mau aku ngomel pedes mau aku cuekin dia bakal tetep bertahan meskipun dia nggak mau ngalah dengan alasannya. Mungkin kaya gini orang lain lihat Adit cowok yang nggak banget kan? Tapi tidak bagi aku, Adit selalu punya banyak ide buat mecahin masalah kita, dia cowok yang cerdas dan bijak dalam hal ini. Perlu ekstra sabar memang buat jadi cewek yang punya tipe cowok yang macam Adit. Tidak terasa tiga tahun sudah kita pacaran, dan akhirnya kita lulus kuliah. Dengan amat terpaksa kita harus berpisah jarak antara bali dan Jakarta. Aku harus rela terpisah jarak yang membuat aku tersiksa rindu, dibalik sosok Adit yang menyebalkan tapi sebenarnya Adit juga manusia yang bias rapuh. Adit mempunyai riwayat sakit Asma yang udah tergolong parah banget, dia tak bias lepas dari obatnya. Dan aku tidak bias harus egois untuk memaksa Adit ikut aku ke Jakarta, sedangkan Adit harus selalu dalam pengawasan dokter.
Suatu ketika dulu saat kami masih kuliah, tiba-tiba Adit terserang asma, dan temannya bbm aku saat aku UAS “ Ross, Adit sakit. .  kamu dimana? Kita lagi ada di kelas C computer “ tak berpikir panjang aku pun lari sekuat tenaga menuju tempat Adit. Aku hanya bisa menangis melihat Adit berwajah pucat dengan keringat bercucutran dikeningnya, badannya dingin dan dia pun memejamkan paksa matanya dengan merintih kesakitan, aku hanya berdiam kaku berdiri diantara teman-temanya dan Adit yang mengerang kesakitan. Saat itu aku tau, Adit yang selama ini aku lihat cuek ternyata dia sendiri butuh sekali perhatian. Dan saat itulah aku berfikir untuk lebih tenang dalam menghadapi Adit, dan sekarang aku harus kuat terpisah jarak oleh Adit. Aku tidak bisa egois, aku juga harus berfikir tentang keadaan Adit.
Berat memang menjalani hubungan dengan terhalang jarak, dan kita harus berfikir bagaimana kita bertahan. Saat itu pun aku ingin menyerah, namun aku tak bisa lepas dari Adit, pernah suatu ketika temen Adit bertemu denganku, namanya Rangga. Dia memang teman Adit, tapi bukan bagian dari sahabat-sahabat Adit. Rangga tiba-tiba nyeletuk tentang aku “kamu hebat ya Ross, kamu masih bisa bertahan dengan Adit. Padahal anak-anak sering melecehkan kamu” aku pun tersentak kaget, apa maksud Rangga , “ emmMaksd nya. .  apa Ngga? Aku nggak paham” dan Rangga pun langsung berubah heran , “ kamu nggak merasa anak-anak sering bicara tentangmu ?” aku pun makin penasaran “ tentangku? Kenapa?” Rangga lalu bercerita tentang sahabat Adit, ternyata selama ini sahabat Adit memandangku sebelah mata, dan Adit selalu menutupi hal itu. Memang sih sahabatnya Adit tu deket ama mantan Adit, karena cewe itu adalah salah satu dari sahabat mereka dulu. Mantannya Adit meninggalkan Adit karena dia sakit, dan Adit diangapnya cowok lemah, dan cewek itu selingkuh dengan cowok yang katanya sih tajir. Rangga pun heran dengan pemikiran sahabatnya Adit “ Aku heran, padahal aku mengenalmu lebih baik dari mantan Adit, tapi kenapa mereka selalu membandingkanmu dengan Lia? Mereka terlalu egois” hatiku pun hancur mendengar kata-kata itu. Sesakit ini kah Adit mengecewakanku, kenapa selama ini dia diam bahkan menutupinya dariku. Rangga merasa prihatin denganku, dia menceritakan ini semua padaku, “ Adit juga pernah kok dipaksa dating ke ulang tahun Lia, saat itu kamu diluar kota. Dan Adit pun terpaksa dateng, karena mereka bilang Adit bukan sahabat kalo nggak dateng “ matau pun terbelalak mendengar ini semua, ya Tuhan. . . bagai disambar petir disiang bolong di kala itu. Apa maksud dari semua ini, dan semua cerita itu pun melekat erat di otakku saat Adit meng iya kan cerita Rangga, dia pun hanya meminta maaf “Sayang, maafin aku dengan temanku, mereka hanya ingin aku bahagia, tapi cara mereka salah. .  ini semua hanya masa lalu, jadi sekarang yang kit jalani ya sekarang yang kita hadapi” kecewa dan sakit hati pun jadi satu. Bagaimana pun, kenapa Adit tak membelaku saat itu. Kemudian keruhlah perasaanku sama Adit, tak aku sangka Adit yang selama ini aku percaya ternyata menghinatiku. Sekalipun dia tak menginginkan hal itu namun Adit tak bisa tegas dalam menolak kemamuan temannya.
Semenjak saat itu hubungan kami merenggang, tak ada yang aku sesali. Entah seperti takdir yang mengejutkanku saat itu, aku merasa kehilangan arah. Aku merasa diriku kacau, dan aku melihat Adit menjadi sosok terburuk yang pernah aku temui. Sekalipun Adit mencintaiku, tapi kenapa dia memilih diam. Banyak cerita dibelakangku, Adit sering bertemu dengan Lia, dan itu karena disengaja oleh temannya. Bayangan memori indah yang kami rajut selama ini bahkan menjadi monster yang ingin aku musnahkan. Bagaimana bisa Adit diam selama itu, dan aku tak aku bayangkan aku harus bahagia selama ini namun dibelakangku ada cewek lain. Adit selalu meminta maaf padaku, tapi hatiku berat menerimanya.
Enam bulan kami menjalani hubungan yang dingin ini, Adit menyesali perbuatannya, tapi entah kenapa aku masih merasakan sakit. Adit berniat untuk melamarku saat itu, dan aku pun bingung aku harus bagimana. Berat pula aku harus menerima, dan berat pula aku harus meninggalkan Adit yang selama ini mengisi hariku. Adit ingin aku kembali percaya padanya, dia mengajaku bertunangan bulan depan, dan aku pun masih belum bisa menjawabnya, dia ingin mengulangi kisah kita dari nol seperti pertama kali dia nembak aku, “ Sayang, aku tau aku pernah salah, aku tau aku menyesal telah menyakitimu, mau kah kita mengulang kembali dan perbaikinya, aku ingin melamarmu aku ingin bertunangan denganmu” dan aku pun seperti berada diruang kosong yang meghimpitku. Entah apa yang terlintas di bayanganku, “ Aku belum bisa jawab. .  aku ingin sebelum hari itu tiba aku ingin sendiri, aku ingin kita tanpa komunikasi, jika nanti aku mau aku akan menjawabnya. Aku ingin menganggap dirimu orang yang baru aku kenal, agar aku lupa dengan masa lalu kita” dengan suara bergetar Adit pun menjawab keinginanku “ baiklah jika itu bisa membuatmu lebih tenang aku tak apa”
Satu Bulan kita tanpa komunikasi apa pun, aku pun tak merasa sedikitpun ingin cari tau sedang apa dia disana. Aku merasa lebih tenang saat kami tak saling berbicara, apa kah aku tak mencintainya lagi? Atau aku sedang merasakan dimana aku tenang tanpa harus merasakan sakit hati yang selalu kami bahas disetiap pertengkaran kami. Aku takut ini hanya sementara, dan disaat aku meninggalkan Adit, aku akan merasa kehilangan. Hal ini akan lebih menyakitkan lagi buatku. Hari demi hari aku jalani, saat itu aku sudah bekerja, dan aku merasa focus pada kerjaku tanpa memikirkan Adit dan rasa sakit hatiku.
Sepulang kerja, saat itu malam hari ada kontak baru yang mengundangku di BBM, ternyata temanku saat masih SMP, namanya Dika. Dia bukan temanku sekolah, dia tetangga dari temanku jaman SMP, kami lalu menegur sapa lewat BBM. Kita saling cerita tentang masa bocah kita dulu, dan masalah kerja. Dia sekarang bekerja diperusahaan asing di Singapore. Tak terasa setiap hari kami bbman, hingga suatu hari aku memikirkan Adit, apa yang aku lakukan selama ini. Kenapa aku lupa dengan Adit? Apa kah aku menghianati Adit? Aku selingkuh. Ketika itu aku merasa aku telah berbuat salah. Tapi tiba-tiba Dika bbm aku “ Ross, apa kamu nggak pernah jalan sama pacarmu? Perasaan kamu nggak pernah cerita tentang pacarmu “ Aku baru sadar, aku tak pernah sekalipun mengingat Adit “ Aku sedang nggak mau punya pacar, aku pengennya punya suami “ entah apa yang aku pikirkan, kemudian tak lama Dika langsung merespon “ Aku boleh main kerumahmu Ross? Aku mau pulang ke Indonesia minggu ini “ aku hanya berfikir Dika hanyalah teman yang saat ini menjadi sahabatku “ iya nggak papa Dik, rumahku masih tetep kok, ingat kan? “ dua hari kemudian Dika pulang, dan dia memenuhi janjinya untuk datang kerumahku. Entah itu mungkin hari yang sangat amat tak terduga olehku. Dika datang bersama orang tuanya, “ Maaf, aku kesini mengejutkanmu, tapi aku tak ada waktu lama. Aku ingin melamarmu. Aku ingin menikahimu Ross, konyol memang. Tapi aku ingin kita pacaran setelah menikah.” Waktu seakan terhenti dan disitu hanya ada aku dan Dika, apa lagi ini? Bagaimana dengan Adit? Aku sama sekali tidak ada rasa sama Dika? Tapi memang aku ingin menikah. Ibuku kemudian menariku ke ruang tengah “ Ross, bagaimana denganmu? Entah kenapa ibu yakin denganya. Lelaki ini begitu tulus memintamu Ross, ibu tak ingin kamu terluka dan hanya menunggu hal yang tak pasti” pernyataan ibu membuatku semakin gila “ tapi bu, Adit mau melamarku juga. Dia mengajaku tunangan bulan ini. Bagaimana dengan Adit?” ibu memegang tanganku “ Dika memilih untuk menikahimu, bukan bertunangan dan menunggu lama lagi untuk menikahimu. Dia menerimamu apa adanya. Ibu lihat dia anak yang bisa tanggung jawab” serasa runtuh sektika hatiku, tapi ibu benar. Adit hanya akan mengajaku bertunangan, dan Dika menikahiku dan ingin berpacaran denganku saat menikah nanti “ baiklah bu, aku terima Dika. Tapi bagimana aku harus bilang sama Adit “ ibu meyakinkanku “ Ibu yang akan biacara “
Hidupku seperti dongeng yang dituliskan oleh Tuhan dengan scenario yang amat sangat tak  bisa aku duga. Seminggu hanya seminggu kami menyiapkan pernikahan, Adit? Dimana dia? Harus bagaimana aku menyampaikannya??...
Pada hari pernikahanku, aku masih belum yakin, apakah aku mimpi? Atau berkhayal? Apa kah ini semua jawaban dar doaku? Dimana aku ingin segera menikah? Namun kenapa bukan dengan Adit? Apa ini jodohku.
Ijab Kabul pun di ucapkan oleh Dika, sosok yang baru aku kenal lebih dalam yang akan menjadi imamku, yakinkah ini?
Dalam pesta pernikahanku yang sederhana ini, banyak yang bertanya tentang suamiku, terutama temanku yang terkejut dengan ini, aku hanya bisa menjawab “ ini jodoh dari Tuhan? Sapa yang tau” senyum tenang aku layangkan untuk semua tamu yang datang, dan apa yang ku takutkan telah terjadi, Adit datang disaat waktu yang tak tepat, dia berjalan menghampiri aku dan Dika, jalanya pun tampak lemas, matanya brekaca-kaca, dengan bibir bergetar “ Ross, ini apa? Apa maksudnya ini? Apa ini yang kamu balaskan untukku” aku terdiam membisu, dan begetar hatiku melihat Adit yang begitu hancur di hadapanku. Adit pun tak kuat menahan ini semua, hingga dia terjatuh, nafasnya pun tersengal-sengal. Kami seketika panic saat itu. Adit pun di bawa masuk kedalam. Setelah pesta kami selesai, aku berlari menemui Adit, dia pun baru sadar dan terus menangis “ Kenapa kamu tega melakukan ini Ross, jadi selama ini kamu menjauh untuk ini?” aku tak tau harus bagimana menjelaskan pada Adit, ibu datang dan menjelaskannya “ Jangan salahkan Rossa dit, ibu tau kamu bakal terluka. Tapi ibu juga tak mau Rossa menunggu hal yang tak pasti dengan perasaan yang selalu sakit hati. Dika datang dengan membawa ketulusan, Dika dengan berani langsung melamar menikahi Rossa,ibu tak mau membandingkanmu dengan Dika. Ibu tau kamu bakal sakit hati. Tapi jika Rossa menunggumu, belum tentu nanti kalian menikah kan? Apakah kamu sudah member kepastian pada Rossa? Sekarang Tuhan yang menentukan jodoh, mungkin Rossa memang bukan jodohmu, lalu kau bisa apa dengan takdir ini “ gemetar jantungku mendengar ucapan ibu. Selama ini Adit yang menemani hidupku, Adit yang membuatku berubah,Adit yang aku cintai, dan Dika datang kemudian menjadi suamiku. Ini lah takdirku?? Dan kemudian aku merajut hariku yang baru bersama Dika, yah selaknya kita brepacaran jarak jauh, Dika kembali ke Singapore, dan aku memutuskan tinggal di Jakarta, aku ingin merasakan rindu sama Dika. Aku pun tenang meskipun kita jauh seperti saat aku dan Adit pacaran, namun ikatan pernikahan melindungi kami dari segala keburukan. Aku mengerti sekarang, apa itu yang namanya jodoh ada ditangan Tuhan, bahkan hidupku saat ini penuh dengan kebahagiaan, aku merasa lebih tenang, tak ada ke egoisan, tak ada marah cemburu dengan hal sepele, tak ada saling protective, tak ada saling mengungkit masa lalu, Subhanallah. . . beginikah cinta yang dilindungi oleh ikatanMu ya Alloh. . . aku bersyukur atas segala nikmatMU.


By : Resti Eva Mayangsari

Minggu, 22 September 2013

6 tanda si doi minta diputusin

Apakah saat ini kamu sedang resah karena hubunganmu dengan dia nggak berjalan mulus? Biasanya, kita memang bisa merasa saat suatu hubungan itu akan berakhir. Apalagi kalau penyebabnya berasal dari si dia.

Bisa jadi kalau saat ini dia sedang melakukan beberapa hal di bawah ini, itu artinya hubungan kalian akan segera berakhir:
  • Mulai susah dicari. Ditelepon nggak diangkat, SMS/BBM nggak dibalas. Sekalinya diangkat, dia bilang lagi sibuk banget sama teman-temannya. Yup, dia mulai susah diajak ketemuan, dan lebih banyak menghabiskan waktu sama orang lain atau untuk dirinya sendiri.
  • Sering ingkar janji. Nggak hanya terlambat datang saat janjian nge-date, tapi juga nggak menepati janjinya .Dengan banyak alasan buat menghindar. Hmm, intinya sih…kita sudah bukan prioritas utama lagi dalam hidupnya.
  • Dia sudah bukan “dirinya” lagi. Saat jalan bareng dia, kok rasanya seperti jalan sama orang asing ya? Rasanya dia nggak “lepas”, dan banyak hal yang dia tutupi. Saat kita tanya, “kamu kenapa sih?”, dia juga cuma bilang, “nggak ada apa-apa”. Hhhhhh……
  • Nggak ada lagi obrolan seputar “kita”. Kalau dulu dia sering banget bilang, “Minggu depan kita nonton film itu ya” atau “Kapan kita ngobrol lagi sama geng itu”. Tapi sekarang, sepertinya jarang tuh dia ngomongin hal yang sifatnya berdua.
  • Sering menyalahkan kita dalam segala hal. Teknik ini banyak dipakai laki-laki untuk membuat kita jengkel dan berharap kita nggak akan bertahan dengan sikapnya ini.
  • “Aku butuh waktu untuk sendiri”.  Kata-kata menyakitkan ini secara nggak langsung mengatakan bahwa dia memang ingin kita tidak menggangu hidupnya lagi.tapi kadang juga bisa buat alasan buat menghindar dari kita
 Hmmm, kalau beberapa tanda di atas sedang kamu alami, lebih baik siapkan hati dan mental kita untuk bisa mengakhiri hubungan dengannya.

Rabu, 19 Juni 2013

Cinta yang Memilihmu - Naff (lirik)

Janganlah menghindari aku
 Kuingin kau di sini 
Tak bisakah kau terima 
Bila ku tak sempurnya
Saat ku pandang bintang-bintang
 Lebih indah dirimu 
Cahayanya memang terang 
Tapi dirimu itu menakjubkan

Tahukah saat godaan datang 
Aku pilih kau 
Tahukah saat ku hilang arah 
Aku pilih kau 
Dan berakhirnya di dirimu
Sesungguhnya ku tak memilih
 Cinta lah memilihmu 
Takkan pernah kuhindari 
Karna dirimu buatku bahagia
Tahukah saat godaan datang 
Aku pilih kau 
Tahukah saat ku hilang arah 
Aku pilih kau 
 Dan berakhirnya di dirimu

Rabu, 07 November 2012

Payphone - Maroon 5


Im at a pay phone trying to call home
all of my change ive spent on you
where are the times gone baby
its all wrong, were at the place we made for two

yeah, i, i know its hard to remember
the people we used to be
its even harder to picture
that youre not here next to me
you said its too late to make it
but is it too late to try?
and then that time that you wasted
all of our bridges burnt down

ive wasted my nights
you turned out the lights
now im paralyzed
still stucked in that time when we called it love
but even the sun sets in paradise

im at a pay phone trying to call home
all of my change ive spent on you
where are the times gone baby
its all wrong, were at the place we made for two

if happy ever after did exist
i would still be holding you like this
and all those fairytales are full of it
one more stupid love song ill be safe

you turned your back on tomorrow
cause you forgot yesterday
i gave you my love to borrow
but just gave it away
you cant expect me to be a friend
i dont expect you to care
i know i said it before
but all of our bridges burnt down

ive wasted my nights
you turned out the lights
now im paralyzed
still stucked in that time when we called it love
but even the sun sets in paradise

im at a pay phone trying to call home
all of my change ive spent on you
where are the times gone baby
its all wrong, were at the place we made for two

if happy ever after did exist
i would still be holding you like this
and all those fairytales are full of it
one more stupid love song ill be safe

now im at a pay phone